PENGERTIAN SERVER & CLIENT dan KONSEP DASAR WEB
By : Unknown
PENGERTIAN SERVER & CLIENT dan KONSEP DASAR WEB
PENGERTIAN SERVER & CLIENT
- Server
artinya
Pelayan/ Penyedia/ yang melayani. Adalah komputer yang melayani
permintaan dari komputer client. Jadi, sebuah komputer client yang me-request
atau meminta layanan ke komputer server, akan disediakan atau dilayani
oleh komputer server. Server itu ada bermacam-macam. Mulai dari Web
Server, Komputer Server, Server Aplikasi, dan lain-lain. Intinya, server
ini digunakan untuk melayani para client.
- Client
artinya
Pelanggan atau Klien. Adalah komputer yang bisa dibilang sebuah
komputer yang harus dilayani. Segala keinginan oleh komputer Client,
akan dilayani oleh komputer Server.
PENGERTIAN HTML & HTTP
- HTML à (Hyper Text Markup Language) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C).
HTML
berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan
tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah file yang merupakan file
HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox
atau Microsoft Internet Explorer. HTML juga dapat dikenali oleh
aplikasi pembuka email ataupun dari PDA dan program lain yang memiliki
kemampuan browser.
HTML
dokumen tersebut mirip dengan dokumen teks biasa, hanya dalam dokumen
ini sebuah teks bisa memuat instruksi yang ditandai dengan kode atau
lebih dikenal dengan TAG tertentu. Sebagai contoh jika ingin membuat
teks ditampilkan menjadi tebal seperti: TAMPIL TEBAL, maka penulisannya dilakukan dengan cara: <b>TAMPIL TEBAL</b>. Tanda <b> digunakan untuk mengaktifkan instruksi cetak tebal, diikuti oleh teks yang ingin ditebalkan, dan diakhiri dengan tanda </b> untuk menonaktifkan cetak tebal tersebut.
Secara garis besar, terdapat 4 jenis elemen dari HTML:
ü structural. tanda yang menentukan level atau tingkatan dari sebuah teks (contoh, <h1>Golf</h1> akan memerintahkan browser untuk menampilkan “Golf” sebagai teks tebal besar yang menunjukkan sebagai Heading 1.
ü presentational. tanda yang menentukan tampilan dari sebuah teks tidak peduli dengan level dari teks tersebut (contoh, <b>boldface</b> akan menampilkan bold. Tanda presentational saat ini sudah mulai digantikan oleh CSS dan tidak direkomendasikan untuk mengatur tampilan teks,
ü hypertext. tanda yang menunjukkan pranala ke bagian dari dokumen tersebut (contoh, <a href="http://www.ilmukita.com/">IlmuKita</a> akan menampilkan IlmuKita sebagai sebuah hyperlink ke URL tertentu).
ü Elemen widget yang membuat objek-objek lain seperti tombol (<button>), list (<li>), dan garis horizontal (<hr>).
Selain markup presentational
, markup yang lin tidak menentukan bagaimana tampilan dari sebuah teks.
Namun untuk saat ini, penggunaan tag HTML untuk menentukan tampilan
telah dianjurkan untuk mulai ditinggalkan dan sebagai gantinya digunakan
Cascading Style Sheets.
- HTTP à Singkatan dari Hypertext Transfer Protocol, yang mana adalah suatu protokol yang digunakan oleh World Wide Web. HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client.
HTTP
juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server
dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada
protokol HTTP ini. Sebagai contoh, ketika Anda mengetikkan suatu alamat
atau URL pada internet browser Anda, maka sebenarnya web browser akan
mengirimkan perintah HTTP ke web server.
Web
server kemudian akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas
sesuai dengan perintah yang diminta oleh web browser (misalnya akses ke
database, file, e-mail dan lain sebagainya). Hasil aktivitas tadi akan
dikirimkan kembali ke web browser untuk ditampilkan kepada pengguna.
KONSEP DASAR WEB
Secara teknis web terdiri dari 2 bagian, yaitu Web Server dan Web Browser:
- Web Server à yaitu Suatu komputer dan software yang menyimpan serta mendistribusikan data ke komputer client melalui internet yang meminta informasi tersebut, Software webserver ini diantaranya: Apache, MySQL, dan PHP. Sebut saja dengan hostingan, atau kalau di komputer lokal juga bisa dengan menggunakan program PHPTriad, Apache2Triad, Xampp, dll.
- Web Browser à yaitu Software/program yang beroperasi untuk melakukan proses permintaan dari server dan menampilkannya di mata client, sehingga informasi tersebut dapat diakses, contohnya adalah: IE, Mozila Firefox, Opera, Clock, Google Chrome,dll.
Selain
konsep web diatas web terdiri dari script-script programming, script
ini terbagi 2 macam, yaitu Server Side Programming dan Client Side
Programming.
a. Server side programming à
yaitu Script/pemrograman yang diterjemahkan dan dijalankan pada sisi
server yang hasil eksekusinya dikirimkan ke client, contohnya adalah
script PHP, ASP, dll. Keuntungan dari server side programming adalah
membuat halaman website lebih dinamis, sehingga kita sebagai admin dapat
berkomunikasi dengan para client.
b. Client side programming à
yaitu Script/pemrograman yang diterjemahkan disisi client dimana script
tersebut akan langsung dikirimkan ke browser client tanpa harus
diterjemahkan oleh web server, contohnya Script HTML, Java Script, txt,
dll, namun sayangnya script ini dapat dibaca oleh client dengan
fasilitas "view souerce" pada browser, tapi salah satu keuntungannya
transfer data dapat lebih cepat dibandingkan dengan script side server.
Pembahasannya
Aplikasi web berjalan pada protokol HTTP, dan semua protokol di internet selalu melibatkan antara server dan client. Ketika seseorang mengetikkan suatu alamat di browser, maka browser akan mengirimkan perintah tersebut ke web server. Jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung perintah server side maka server web akan menjalankan dahulu program tersebut lalu mengirimkannya kembali ke browser dalam bentuk HTML sehingga dapat diterjemahkan oleh browser. Sedangkan jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung file client side maka oleh server file tersebut akan langsung dikirimkan ke browser. untuk server side programming seperti php dan asp, memang terkenal handal, apalagi php saya dapat merasakannya sendiri, betapa hebatnya bahasa yang satu ini, untuk penggunaan database gak perlu di tanya lagi, sangat canggih, dan masih banyak lagi yang bisa di lakukan oleh php. namun tidak semua layanan efektive menggunakan server side saja. Contohnya kalian ingin membuat content yang realtime update seperti bursa saham contohnya, gak mungkin donk kalian pake php atau asp yang berbasis server side untuk menampilkan data yang up to date itu, karena kita tau bahasa tersebut berjalan / dieksekusi pada saat page load, dan membutuhkan proses lagi di server baru kemudian di kirimkan ke browser, sebenarnya bisa saja dilakukan tapi gak lucu kalo kita harus membuat web browser refresh tiap detiknnya, karena akan memakan waktu dan tidak efektif.
Apakah kalian tau kehandalan java script, sejak kemunculannya hingga saat ini, kita dapat membuat applikasi yang berjalan di browser tanpa harus melakukan load page ketika harus melakukan suatu proses, beberapa contoh yang sering di gunakan seperti menu rollover, pop up menu dan animasi animasi web, kebanyakan menggunakan java sebagai client side programming, Coba kalian lihat waktu yang update pada halaman web ini di atas ssebelah kiri, itu adalah contoh kecil dari javascript, pokoknya untuk aplikasi web java scrip top banget dech.
Aplikasi web berjalan pada protokol HTTP, dan semua protokol di internet selalu melibatkan antara server dan client. Ketika seseorang mengetikkan suatu alamat di browser, maka browser akan mengirimkan perintah tersebut ke web server. Jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung perintah server side maka server web akan menjalankan dahulu program tersebut lalu mengirimkannya kembali ke browser dalam bentuk HTML sehingga dapat diterjemahkan oleh browser. Sedangkan jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung file client side maka oleh server file tersebut akan langsung dikirimkan ke browser. untuk server side programming seperti php dan asp, memang terkenal handal, apalagi php saya dapat merasakannya sendiri, betapa hebatnya bahasa yang satu ini, untuk penggunaan database gak perlu di tanya lagi, sangat canggih, dan masih banyak lagi yang bisa di lakukan oleh php. namun tidak semua layanan efektive menggunakan server side saja. Contohnya kalian ingin membuat content yang realtime update seperti bursa saham contohnya, gak mungkin donk kalian pake php atau asp yang berbasis server side untuk menampilkan data yang up to date itu, karena kita tau bahasa tersebut berjalan / dieksekusi pada saat page load, dan membutuhkan proses lagi di server baru kemudian di kirimkan ke browser, sebenarnya bisa saja dilakukan tapi gak lucu kalo kita harus membuat web browser refresh tiap detiknnya, karena akan memakan waktu dan tidak efektif.
Apakah kalian tau kehandalan java script, sejak kemunculannya hingga saat ini, kita dapat membuat applikasi yang berjalan di browser tanpa harus melakukan load page ketika harus melakukan suatu proses, beberapa contoh yang sering di gunakan seperti menu rollover, pop up menu dan animasi animasi web, kebanyakan menggunakan java sebagai client side programming, Coba kalian lihat waktu yang update pada halaman web ini di atas ssebelah kiri, itu adalah contoh kecil dari javascript, pokoknya untuk aplikasi web java scrip top banget dech.
Untuk
membuat sebuah situs kalian harus mengenal terlebih dahulu jenis-jenis
file yang bisa di eksekusi/akses oleh web browser. File-file tersebut
diantaranya-adalah:
htm,html,shtm,shtml,xml,php,css,javascript,cfm,cfml,as,asp,txt,lasso,wml,edml,tld,jws,dwt,dll.
Tutorial Belajar JavaScript Part 1: Pengertian dan Fungsi JavaScript dalam Pemograman Web
By : Unknown
Tutorial Belajar JavaScript Part 1: Pengertian dan Fungsi JavaScript dalam Pemograman Web
Pengertian JavaScript
JavaScript adalah bahasa pemograman web yang bersifat Client Side Programming Language. Client Side Programming Language adalah tipe bahasa pemograman yang pemrosesannya dilakukan oleh client. Aplikasi client yang dimaksud merujuk kepada web browser seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox.Jenis bahasa pemograman Client Side berbeda dengan bahasa pemograman Server Side seperti PHP, dimana untuk server side seluruh kode program dijalankan di sisi server.
Untuk menjalankan JavaScript, kita hanya membutuhkan aplikasi text editor, dan web browser. JavaScript memiliki fitur: high-level programming language, client-side, loosely tiped, dan berorientasi objek.
Fungsi JavaScript Dalam Pemograman Web
JavaScript pada awal perkembangannya berfungsi untuk membuat interaksi antara user dengan situs web menjadi lebih cepat tanpa harus menunggu pemrosesan di web server. Sebelum javascript, setiap interaksi dari user harus diproses oleh web server.Bayangkan ketika kita mengisi form registrasi untuk pendaftaran sebuah situs web, lalu men-klik tombol submit, menunggu sekitar 20 detik untuk website memproses isian form tersebut, dan mendapati halaman yang menyatakan bahwa terdapat kolom form yang masih belum diisi.
Untuk keperluan seperti inilah JavaScript dikembangkan. Pemrosesan untuk mengecek apakah seluruh form telah terisi atau tidak, bisa dipindahkan dari web server ke dalam web browser.
Dalam perkembangan selanjutnya, JavaScript tidak hanya berguna untuk validasi form, namun untuk berbagai keperluan yang lebih modern. Berbagai animasi untuk mempercantik halaman web, fitur chatting, efek-efek modern, games, semuanya bisa dibuat menggunakan JavaScript.
Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.
Perkembangan JavaScript Saat Ini
Dalam perkembangannya, JavaScript mengalami permasalahan yang sama seperti kode pemograman web yang bersifat client side seperti CSS, yakni bergantung kepada implementasi web browser.Kode JavaScript yang kita buat, bisa saja tidak bekerja di Internet Explorer, karena web browser tersebut tidak mendukungnya. Sehingga programmer harus bekerja extra untuk membuat kode program agar bisa “mengakali” dukungan dari web browser.
Karena hal tersebut, JavaScript pada awalnya termasuk bahasa pemograman yang rumit, karena harus membuat beberapa kode program untuk berbagai web browser.
Namun, beberapa tahun belakangan ini, JavaScript kembali bersinar berkat kemudahan yang ditawari oleh komunitas programmer yang membuat library JavaScript seperti jQuery. Library ini memudahkan kita membuat program JavaScript untuk semua web browser, dan membuat fitur-fitur canggih yang sebelumnya membutuhkan ribuan baris kode program menjadi sederhana.
Kedepannya, JavaScript akan tetap menjadi kebutuhan programmer, apalagi untuk situs saat ini yang mengharuskan punya banyak fitur modern sebagai standar.
Troubel Shooting Jaringan
By : Unknown
Apa itu Troubel Shooting Jaringan ??
Tanpa kemampuan untuk memonitor jaringan, administrator
hanya dapat bereaksi terhadap masalah pada waktu mereka muncul, bukannya lebih
dulu mencegah masalah supaya tidak terjadi. Menjalankan dan memelihara fungsi
suatu jaringan bisa menjadi mimpi buruk jika Anda tidak mengetahui mana yang
bekerja dengan baik dan mana yang tidak. Terutama jika jaringan tersebar lebih
dari ratusan kilometer persegi, di mana beberapa perangkat hampir tidak mungkin
diakses, misalnya stasiun cuaca dan webcam. Monitoring Koneksi Salah satu
bentuk paling mendasar dari monitoring koneksi berlangsung tiap hari pada
jaringan. Proses user login ke jaringan akan memastikan bahwa koneksi itu
sedang bekerja dengan baik atau jika tidak bagian jaringan akan segera
dihubungi. Namun, ini bukanlah cara yang paling baik atau efisien dalam
memonitoring jaringan yang ada. Tersedia program-program sederhana yang bisa
digunakan oleh administrator untuk membuat daftar alamat IP host dan secara
periodik mem-ping alamat tersebut. Jika ada masalah koneksi, program akan
memperingati administrator melalui output ping. Ini merupakan cara yang paling
kuno dan tidak efisien, tetapi masih lebih baik dibanding tidak melakukan
apa-apa sama sekali. Aspek lain dari cara monitoring seperti ini adalah ia
hanya memberitahu bahwa di suatu tempat antara stasiun monitoring dan perangkat
target ada gangguan komunikasi. Gangguan bisa jadi router, switch, bagian
jaringan yang tidak baik, atau memang host-nya yang sedang down. Tes ping hanya
mengatakan bahwa koneksi down, tidak di mana itu down. Memeriksa semua host
pada WAN dengan menggunakan monitoring semacam ini membutuhkan banyak
resources. Jika jaringan mempunyai 3000 host, mem-ping semua perangkat jaringan
dan host memakan resource sistem yang sangat besar. Cara lebih baik adalah
hanya mem-ping beberapa host, server, router, dan switch yang penting untuk
memastikan konektivitas mereka. Tes ping tidak akan memberikan data yang
sebenarnya kecuali jika workstation selalu dalam keadaan menyala. Sekali lagi,
cara monitoring seperti ini sebaiknya digunakan jika tidak ada lagi cara lain
yang tersedia. Monitoring Traffic Monitoring traffic merupakan cara monitoring
jaringan yang jauh lebih canggih. Ia melihat traffic paket yang sebenarnya dan
membuat laporan berdasarkan traffic jaringan tersebut. Program seperti Flukes
Network Analyzer merupakan contoh software jenis ini. Program tersebut tidak
hanya mendeteksi perangkat yang gagal, tetapi juga mendeteksi jika ada komponen
yang muatannya berlebihan atau konfigurasinya kurang baik. Kelemahan program
jenis ini adalah mereka biasanya hanya melihat satu segmen pada satu waktu dan
jika memerlukan data dari segmen lain, program harus dipindahkan ke segmen
tersebut. Ini bisa diatasi dengan menggunakan agent pada segmen jaringan
remote. Perangkat seperti switch dan router bisa membuat dan mengirimkan
statistik traffic. Jadi, bagaimana data dikumpulkan dan diatur pada satu lokasi
sentral supaya bisa digunakan oleh administrator jaringan? Jawabannya adalah:
Simple Network Monitoring Protocol. Simple Network Management Protocol Simple
Network Management Protocol (SNMP) adalah standar manajemen jaringan pada
TCP/IP. Gagasan di balik SNMP adalah bagaimana supaya informasi yang dibutuhkan
untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP. Protokol tersebut
memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan perangkat jaringan khusus
yang berhubungan dengan perangkat jaringan yang lain untuk mengumpulkan
informasi dari mereka, dan mengatur bagaimana mereka beroperasi. Ada dua jenis
perangkat SNMP. Pertama adalah Managed Nodes yang merupakan node biasa pada
jaringan yang telah dilengkapi dengan software supaya mereka dapat diatur
menggunakan SNMP. Mereka biasanya adalah perangkat TCP/IP biasa; mereka juga
kadang-kadang disebut managed devices. Kedua adalah Network Management Station
(NMS) yang merupakan perangkat jaringan khusus yang menjalankan software
tertentu supaya dapat mengatur managed nodes. Pada jaringan harus ada satu atau
lebih NMS karena mereka adalah perangkat yang sebenarnya “menjalankan” SNMP.
Managed nodes bisa berupa perangkat jaringan apa saja yang dapat berkomunikasi
menggunakan TCP/IP, sepanjang diprogram dengan software SNMP. SNMP didesain
supaya host biasa dapat diatur, demikian juga dengan perangkat pintar seperti
router, bridge, hubs, dan switch. Perangkat yang “tidak konvensional” juga bisa
diatur sepanjang mereka terhubung ke jaringan TCP/IP: printer, scanner, dan
lain-lain. Masing-masing perangkat dalam manajemen jaringan yang menggunakan
SNMP menjalankan suatu software yang umumnya disebut SNMP entity. SNMP entity
bertanggung jawab untuk mengimplementasikan semua beragam fungsi SNMP.
Masing-masing entity terdiri dari dua komponen utama. Komponen SNMP entity pada
suatu perangkat bergantung kepada apakah perangkat tersebut managed nodes atau
network management station. SNMP entity pada managed nodes terdiri atas SNMP
Agent: yang merupakan program yang mengimplementasikan protokol SNMP dan
memungkinkan managed nodes memberikan informasi kepada NMS dan menerima
perintah darinya, dan SNMP Management Information Base (MIB): yang menentukan
jenis informasi yang disimpan tentang node yang dapat dikumpulkan dan digunakan
untuk mengontrol managed nodes. Informasi yang dikirim menggunakan SNMP
merupakan objek dari MIB. Pada jaringan yang lebih besar, NMS bisa saja
terpisah dan merupakan komputer TCP/IP bertenaga besar yang didedikasikan untuk
manajemen jaringan. Namun, adalah software yang sebenarnya membuat suatu
perangkat menjadi NMS, sehingga suatu NMS bisa bukan hardware terpisah. Ia bisa
berfungsi sebagai NMS dan juga melakukan fungsi lain. SNMP entity pada NMS
terdiri dari SNMP Manager: yang merupakan program yang mengimplementasikan SNMP
sehingga NMS dapat mengumpulkan informasi dari managed nodes dan mengirim
perintah kepada mereka, dan SNMP Application: yang merupakan satu atau lebih
aplikasi yang memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan SNMP dalam
mengatur jaringan. Dengan demikian, secara keseluruhan SNMP terdiri dari
sejumlah NMS yang berhubungan dengan perangkat TCP/IP biasa yang disebut
managed nodes. SNMP manager pada NMS dan SNMP agent pada managed nodes
mengimplementasikan SNMP dan memungkinkan informasi manajemen jaringan dikirim.
SNMP application berjalan pada NMS dan menyediakan interface untuk
administrator, dan memungkinkan informasi dikumpulkan dari MIB pada
masing-masing SNMP agent. Remote Monitoring (RMON) Model umum yang digunakan
SNMP adalah adanya network management station (NMS) yang mengirim request
kepada SNMP agent. SNMP Agent juga bisa melakukan komunikasi dengan mengirim
pesan trap untuk memberitahu management station ketika terjadi suatu event
tertentu. Model ini bekerja dengan baik, yang mana inilah mengapa SNMP menjadi
sangat populer. Namun, satu masalah mendasar dari protokol dan model yang
digunakan adalah bahwa ia diorientasikan pada komunikasi dari SNMP agent yang
biasanya perangkat TCP/IP seperti host dan router. Jumlah informasi yang
dikumpulkan oleh perangkat ini biasanya terbatas, karena sudah pasti host dan
router mempunyai “tugas sebenarnya yang harus dilakukan”—yaitu melakukan tugas
sebagai host dan router. Mereka tidak bisa mendedikasikan diri mereka untuk
melakukan tugas manajemen jaringan. Oleh karena itu, pada situasi di mana
dibutuhkan informasi jaringan yang lebih banyak dibanding yang dikumpulkan oleh
perangkat biasa, administrator sering kali menggunakan hardware khusus bernama
network analyzer, monitor, atau probe. Mereka hanya mengumpulkan statistik dan
memantau event yang diinginkan oleh administrator. Jelas akan sangat berguna
jika perangkat tersebut dapat menggunakan SNMP supaya informasi yang mereka
kumpulkan bisa diterima, dan membiarkan mereka mengeluarkan pesan trap ketika
ada sesuatu yang penting. Untuk melakukan itu, dibuatlah Remote Network
Monitoring (RMON). RMON sering kali disebut sebagai protokol, dan Anda
kadang-kadang akan melihat SNMP dan RMON disebut sebagai “protokol manajemen
jaringan TCP/IP”. Namun, RMON sama sekali bukan protocol yang terpisah—ia tidak
melakukan operasional protokol. RMON sebenarnya adalah bagian dari SNMP, dan RMON
hanya suatu modul management information base (MIB) yang menentukan objek MIB
yang digunakan oleh probe. Secara arsitektur, RMON hanyalah salah satu modul
MIB yang menjadi bagian dari SNMP. Metode Troubleshooting Troubleshooting
jaringan merupakan proses sistematis yang diaplikasikan untuk memecahkan
masalah pada jaringan. Teknik Eliminasi dan Divide and Conquer merupakan metode
paling berhasil untuk troubleshooting jaringan. Eliminasi User pada jaringan
Anda menelepon help desk untuk memberitahukan bahwa komputer mereka tidak bisa
lagi ke Internet. Help desk mengisi form error report dan memberikannya kepada
Anda, bagian network support. Anda menelepon dan berbicara kepada user dan
mereka mengatakan bahwa mereka tidak melakukan apapun yang berbeda selain yang
selalu mereka lakukan untuk ke Internet. Anda mengecek log dan menemukan bahwa
komputer user telah di-upgrade semalam. Solusi Anda yang pertama adalah bahwa
driver jaringan komputer tersebut pasti konfigurasinya salah. Anda pergi ke
komputer tersebut dan mengecek konfigurasi jaringannya. Tampaknya sudah benar,
sehingga Anda mem-ping server. Tidak terhubung. Solusi berikutnya adalah
mengecek apakah kabel komputer tersambung. Anda periksa kedua ujung kabel dan
kemudian mencoba mem-ping server kembali. Selanjutnya Anda ping 127.0.0.1,
alamat loopback komputer. Ping berhasil, sehingga ini mengeliminasi kemungkinan
adanya masalah antara komputer, konfigurasi driver, dan kartu NIC. Anda
kemudian memutuskan bahwa mungkin ada masalah dengan server untuk segmen
jaringan tersebut. Ada komputer lain yang terhubung ke jaringan di meja
sebelahnya, maka Anda mem-ping alamat server dan hasilnya sukses. Ini
mengeliminasi server, backbone, dan koneksi server ke backbone sebagai masalah.
Anda kemudian pergi ke IDF (intermediate distribution facilities) dan
memindahkan port workstation, kembali ke workstation dan mencoba mem-ping
server lagi. Namun, solusi tidak bekerja. Ini memperluas pencarian Anda sampai
pemasangan kabel atau patch kabel workstation. Anda kembali ke IDF,
mengembalikan kabel ke port asal, mencari patch kabel worksation baru dan
kembali ke worksation. Ganti kabel workstation, dan mencoba mem-ping server
lagi. Kali ini berhasil, maka Anda sudah memperbaiki masalah itu. Langkah
terakhir adalah mendokumentasikan solusi masalah. Divide and Conquer Misalkan
Anda mempunyai dua jaringan yang bekerja dengan baik, tetapi ketika keduanya
dihubungkan jaringan gagal. Langkah pertama adalah membagi jaringan kembali
menjadi dua jarigan terpisah dan memverifikasi bahwa keduanya masih beroperasi
dengan benar ketika dipisahkan. Jika ya, pindahkan semua segmen ke jaringan
yang lain. Periksa apakah masih bekerja dengan benar. Jika jaringan masih
berfungsi, masukkan masing-masing segmen sampai seluruh jaringan gagal. Hilangkan
koneksi terakhir yang ditambahkan dan lihat apakah seluruh jaringan kembali
beroperasi normal. Jika ya, lepaskan semua perangkat dari segmen tersebut dan
masukkan mereka satu per satu, kemudian periksa lagi kapan jaringan gagal. Pada
waktu Anda menemukan perangkat yang mencurigakan, lepaskan dan periksa apakah
jaringan kembali normal. Jika jaringan masih berfungsi normal, berarti Anda
telah menemukan perangkat yang menjadi penyebab masalah. Sekarang Anda bisa
menganalisis perangkat tersebut untuk mengetahui mengapa ia bisa menyebabkan
seluruh jaringan crash. Jika tidak ada apapun yang salah, mungkin saja
perangkat tersebut terhubung dengan perangkat yang bermasalah pada jaringan
sebelah. Untuk mencari ujung lain permasalahan, Anda harus mengulangi proses yang
dilakukan sebelumnya. Prosesnya adalah sebagai berikut: pertama sambungkan lagi
perangkat yang menyebabkan jaringan gagal. Kemudian lepaskan semua segmen pada
jaringan yang satunya. Periksa apakah jaringan kembali beroperasi. Jika
jaringan berfungsi lagi, masukkan kembali segmen sampai seluruh jaringan gagal.
Lepaskan segmen terakhir yang dimasukkan sebelum kegagalan dan lihat apakah
seluruh jaringan kembali beroperasi normal. Jika ya, lepaskan semua perangkat
dari segmen tersebut dan masukkan mereka satu per satu, periksa lagi untuk
melihat kapan jaringan gagal. Ketika Anda menemukan perangkat yang
mencurigakan, lepas dan periksa apakah jaringan kembali normal. Jika jaringan
masih berfungsi secara normal, itu berarti Anda telah menemukan perangkat penyebab
masalah. Sekarang Anda bisa menganalisis perangkat tersebut untuk mengetahui
mengapa ia bisa menyebabkan seluruh jaringan crash. Jika tidak ada apapun yang
salah, bandingkan kedua host cari tahu penyebab mereka konflik. Dengan
memecahkan konflik ini, Anda akan bisa menghubungkan kembali kedua perangkat ke
dalam jaringan dan akan berfungsi secara normal. Tool Software Bersama dengan
proses yang diuraikan sebelumnya, ada tool software bagi administrator jaringan
yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah konektivitas jaringan. Tool ini
dapat membantu dalam troubleshooting Local Area Network, tetapi terutama pada
Wide Area Network. Kita akan lihat perintah yang tersedia pada sebagian besar
software client. Perintah ini meliputi Ping, Tracert (traceroute), Telnet,
Netstat, ARP, dan Ipconfig (WinIPcfg) Ping Memverifikasi koneksi ke komputer
lain dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo
Request. Tanda terima berupa pesan Echo Reply akan ditampilkan, bersama dengan
waktu pulang-pergi. Ping merupakan perintah utama TCP/IP yang digunakan untuk
men-troubleshoot konektivitas, jangkauan, dan resolusi nama. Syntax ping
adalah: ping [-t] [-a] [-n Count] [-l Size] [-f] [-i TTL] [-v TOS] [-r Count]
[-s Count] [{-j HostList | -k HostList}] [-wTimeout] [TargetName]. Tracert
(Traceroute) Menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuannya. Ini
dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo
Request ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang
ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang
terdapat pada jalur antara host dan tujuan. Syntax tracert adalah: tracert [-d]
[-h MaximumHops] [-j HostList] [-wTimeout] [TargetName]. Telnet Telnet Client
dan Telnet Server bekerja sama supaya user dapat berkomunikasi dengan komputer
remote. Telnet Client memungkinkan user untuk menghubungi komputer remote dan
berinteraksi dengan komputer tersebut melalui jendela terminal. Telnet Server
memungkinkan user Telnet Client untuk masuk ke dalam komputer yang menjalankan
Telnet Server dan menjalankan aplikasi pada komputer tersebut. Telnet Server
berfungsi sebagai gateway yang digunakan Telnet client untuk berkomunikasi.
Telnet cocok untuk testing login ke remote host. Syntax telnet adalah: telnet
[\\RemoteServer]. Netstat Menampilkan koneksi TCP yang aktif, port yang
didengarkan komputer, statistik Ethernet, tabel routing IP, statistik IPv4
(protokol IP, ICMP, TCP, dan UDP), dan statistik IPv6 (protokol IPv6, ICMPv6,
TCP over IPv6, dan UDP over IPv6). Syntax netstat adalah: netstat [-a] [-e]
[-n] [-o] [-p Protocol] [-r] [-s] [Interval]. ARP Menampilkan dan mengubah
entri pada cache Address Resolution Protocol (ARP), yang berisi satu atau
beberapa tabel yang digunakan untuk menyimpan alamat IP dan alamat fisik
Ethernet dan Token Ring dari alamat IP yang bersangkutan. Masing-masing kartu
jaringan Ethernet atau Token Ring yang terinstalasi pada komputer Anda
mempunyai tabel terpisah. Syntax arp adalah: arp [-a [InetAddr] [-NIfaceAddr]]
[-g [InetAddr] [-N IfaceAddr]] [-d InetAddr [IfaceAddr]] [-s InetAddr EtherAddr
[IfaceAddr]]. Ipconfig(Winipcfg) Menampilkan semua konfigurasi jaringan TCP/IP
dan memperbarui setting Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) dan Domain
Name System (DNS). Digunakan tanpa parameter, ipconfig menampilkan alamat IP,
subnet mask, dan gateway default untuk semua kartu jaringan. Ipconfig merupakan
commandline yang ekivalen dengan winipcfg yang terdapat pada Windows
MilleniumEdition, Windows 98, dan Windows 95. Meskipun Windows XP tidak
menyertakan utiliti grafis yang ekivalen dengan winipcfg, Anda bisa menggunakan
Network Connections untuk melihat dan memperbarui alamat IP. Syntax ipconfig
adalah: ipconfig [/all] [/renew[Adapter]] [/release [Adapter]] [/flushdns]
[/displaydns] [/registerdns] [/showclassid Adapter] [/setclassid Adapter
[ClassID]]. TOOL SNMP Banyak tool manajemen jaringan yang menggunakan SNMP
untuk mengumpulkan informasi dan statistik jaringan. Beberapa di antaranya
adalah: · SNMP Graph—Mengumpulkan data dan membuat grafik secara real-time. ·
SNMP Sweep—Melakukan pencarian SNMP dalam waktu singkat pada setiap segmen
jaringan. · IP Network Browser—Melakukan pencarian yang komprehensif terhadap
berbagai data jaringan. · SNMP Brute Force Attack—Menyerang suatu alamat IP
dengan query SNMP untuk mencoba dan mengetahui community string read-only dan
read-write. · SNMP Dictionary Attack—Menggunakan kamus para hacker untuk
menyerang perangkat jaringan. · Network Sonar—Melakukan pencarian jaringan dan menyimpan
hasilnya dalam database. TIP Troubleshooting Jaringan 1. Identifikasi masalah
jaringan/user. 2. Kumpulkan data tentang masalah jaringan/user. 3. Analisis
data untuk mencari solusi masalah. 4. Impementasi solusi untuk memperbaiki
sistem. 5. Jika masalah tidak terselesaikan, batalkan perubahan dan modifikasi
data yang dilakukan sebelumnya. 6. Kembali ke langkah 3
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
PENGERTIAN DAN PERBEDAAN ORGANISASI KOMPUTER DENGAN ARSITEKTUR KOMPUTER
By : UnknownPengertian dan Perbedaan Organisasi & Arsitektur komputer
Arsitektur Komputer mempelajari atribut ‑ atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. contoh: set instruksi, aritmetilka yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/0.
Organisasi Komputer mempelajari bagian yang terkait dengan unit‑unit operasional computer dan hubungan antara komponen sistem komputer. contoh: sinyal kontrol, interface, teknologi memori.
II. PERBEDAAN
Arsitektur Komputer
Adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah Arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue gene, dll.
Arsitektur Komputer :
Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem computer.Biasanya mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan eksekusi logis sebuah program.
Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).
Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll.
Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
Arsitektur komputer mempelajari atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer, dan memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program.Sebagaimana contoh: set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/0.
Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori:
1. Set instruksi (ISA)
2. Arsitektur mikro dari ISA, dan
3. Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.
Organisasi Komputer
Adalah bagian yang terkait erat dengan unit – unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, dan sinyal – sinyal kontrol.
Arsitektur komputer lebih cenderung pada kajian atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Dan juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
Organisasi Komputer :
Organisasi komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit – unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Biasanya mempelajari bagian yang terkait dengan unit-unit operasional komputer dan hubungan antara komponen-komponen sister komputer.
Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, dan sinyal – sinyal kontrol.Arsitektur komputer lebih cenderung pada kajian atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu memiliki instruksi pengalamatan pada memori merupakan masalah rancangan arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan diimplementasikan secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian organisasional.
Jika organisasi komputer mempelajari bagian yang terkait dengan unit-unit operasional komputer dan hubungan antara komponen sistem computer,dan interkoneksinya yang merealisasikan spesifikasi arsitektural
contoh: teknologi hardware, perangkat antarmuka (interface), teknologi memori, sistem memori, dan sinyal–sinyal kontrol
Perbedaaan Utamanya :
Organisasi Komputer :
– Bagian yang terkait dengan erat dengan unit – unit operasional
– Contoh : teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, sistem memori, dan sinyal – sinyal control
Arsitektur Komputer :
– Atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer
– Contoh : Set instruksi, aritmetika yang dipergunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O
Sumber :
https://ekofitriyanto.wordpress.com/2013/10/24/pengertian-dan-perbedaan-organisasi-komputer-dengan-arsitektur-komputer/
Pengalamatan IP Adderss
By : UnknownPengalamatan IP Adderss
1. Overview
Pengalamatan bertujuan bagaimana supaya data yang dikirim sampai pada mesin yang sesuai (mesin tujuan) dan bagaimana hal tersebut dapat dilakukan oleh operator dengan mudah. Untuk itu maka data dari suatu host (komputer) harus dilewatkan ke jaringan menuju host tujuan, dan dalam komputer tersebut data akan disampaikan ke user atau proses yang sesuai. TCP/IP menggunakan tiga skema untuk tugas ini :
1. Addressing
IP address yang mengidentifikasikan secara unik setiap host di jaringan, sehingga dapat menjamin data dikirim ke alamat yang benar.
2. Routing
Pengaturan gateway untuk mengirim data ke jaringan dimana host tujuan berada.
3. Multiplexing
Pengaturan nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul software yang benar di dalam host.
Masing-masing skema penting untuk pengiriman data antar dua aplikasi yang bekerjasama dalam jaringan TCP/IP.
IP address berupa bilangan biner 32 bit dan ditulis sebagai 4 urutan bilangan desimal yang dipisahkan dengan tanda titik. Format penulisan IP adalah : xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx, dengan x adalah bilangan biner 0 atau 1. Dalam implementasinya IP address ditulis dalam bilangan desimal dengan bobot antara 0 – 255 (nilai desimal mungkin untuk 1 byte). IP address terdiri dari bagian jaringan dan bagian host, tapi format dari bagian-bagian ini tidak sama untuk setiap IP address.
Jumlah bit alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan, dan bilangan yang digunakan untuk mengidentifikasi host berbeda-beda tergantung kelas alamat yang digunakan. Ada tiga kelas alamat utama, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. Dengan memeriksa beberapa bit pertama dari suatu alamat , software IP bisa dengan cepat membedakan kelas address dan strukturnya. Contoh kelas IP address dapat dilihat pada Gambar 2.6.
Berikut ini diberikan aturan yang membedakan kelas IP address :
a. IP Address kelas A :
bit pertama dari IP address adalah 0
jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya : 0 – 127
hanya ada kurang dari 128 jaringan kelas A
setiap jaringan kelas A bisa mempunyai jutaan host
b. IP Address kelas B :
bit pertama dari IP address adalah 10
jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya : 128 – 191
terdapat ribuan jaringan kelas B
setiap jaringan kelas B bisa mempunyai ribuan host
c. IP Address kelas C :
bit pertama dari IP address adalah 110
jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya 192 – 223
terdapat jutaan jaringan kelas C
setiap jaringan kelas C hanya mempunyai kurang dari 254 host
d. IP Address kelas D :
bit pertama dari IP address adalah 111
nomor jaringan dengan IP yang byte pertamanya lebih dari 223
merupakan address yang dialokasikan untuk kepentingan khusus
Tidak semua alamat jaringan dan alamat host dapat digunakan. Misalnya kita telah membicarakan bahwa alamat dengan desimal pertama lebih dari 233 dialokasikan untuk kepentingan khusus. Dua alamat kelas A, 0 dan 127, juga dialokasikan untuk kepentingan khusus. Jaringan 0 menunjukkan route default (digunakan untuk menyederhanakan aplikasi jaringan dengan membiarkan host lokal dialamatkan dengan cara yang sama seperti remote-host digunakan ketika mengkonfigurasi host) dan jaringan 127 sebagai loopback-address. Selain itu juga ada beberapa alamat host yang disediakan untuk kepentingan khusus ini, misalnya 0 dan 255 dalam semua kelas jaringan. Sebuah IP address dengan semua bit hostnya 0 menunjukkan jaringannya sendiri, misalnya 26.0.0.0 menunjukkan jaringan 26 dan 128.66.0.0 menunjukkan jaringan 128.66. Alamat dalam bentuk ini digunakan dalam tabel routing untuk menunjukkan seluruh jaringan. IP address dengan semua bit host diset satu adalah broadcast address. Suatu alamat broadcast digunakan untuk alamat setiap host dalam jaringan secara simultan. Alamat broadcast untuk jaringan 128.66 adalah 128.66.255.255.
2. Supernetting
Ada dua masalah yang saling berkaitan, antara pemberian suatu kelas alamat pada suatu lembaga. Pertama kelas alamat yang diberikan lebih kecil daripada jumlah host yang akan dihubungkan. Dan yang kedua sebaliknya, kelas alamat yang lebih besar dari host yang akan saling dihubungkan. Supernetting berkaitan dengan metode untuk memanipulasi alokasi alamat yang terbatas sedemikian sehingga semua host yang tersedia dapat dihubungkan ke jaringan. Jadi supernetting adalah menggunakan bit mask alamat asal untuk membuat jaringan yang lebih besar.
3. Subnetting
Masalah kedua yang berkaitan dengan bagaimana membuat suatu alokasi alamat lebih efisien, bila ternyata host yang akan kita hubungkan ke jaringan lebih kecil daripada alokasi alamat yang kita punyai. Yang jelas dengan menggunakan metoda subnetting, bit host IP address direduksi untuk subnet ini. Sebagai contoh, subnet mask diasosiasikan dengan alamat kelas B standart adalah 255.255.0.0. Subnet mask digunakan dengan memperluas bagian jaringan dari suatu alamat kelas B dengan byte tambahan. Misalnya sub mask 255.255.255.0 berarti dua byte pertama mendefinisikan jaringan kelas B, byte ketiga menunjukkan alamat subnet, dan yang keempat baru menunjuk pada host pada subnet yang bersangkutan. Masking yang byte-oriented lebih mudah dibaca dan diartikan, tapi sebenarnya subnet masking bersifat bit-oriented, jadi misalnya seseorang bisa saja membuat sub-mask 255.255.255.192. Tabel 2.1 mengilustrasi efek dari subnet-mask terhadap bermacam-macam alamat jaringan :
IP Address
Subnetmask
Interpretasi
128.66.12.1
255.255.255.0
Host 1 pada subnet 128.66.12.0
130.97.16.132
255.255.255.192
Host 4 pada subnet 130.97.16.128
192.178.16.66
255.255.255.192
Host 2 pada subnet 192.178.16.64
132.90.132.5
255.255.240.0
Host 4.5 pada subnet 132.90.128.0
18.20.16.91
255.255.0.0
Host 16.91 pada subnet 18.20.0.0
Tabel Efek Subnet Mask Terhadap IP Address
Sejarah TCP/IP
By : Unknown
Sejarah TCP/IP dimulainya dari
lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket
switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects
Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga
protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node
yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol
komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi
menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.
Untuk memudahkan
proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan
protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan
TCP/IP. Pada awalnya internet digunakan
untuk menunjukan jaringan yang menggunakan
internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini
sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua
kelas jaringan. Internet digunakan
untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide
yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.
Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi
standar defacto jaringan komputerberkaitan dengan
ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun
dari TCP/IP, yaitu :
=>Perkembangan
protokol TCP/IP
menggunakan standar
protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan
perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini. Hal ini
membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat
cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan
aplikasi jaringan.
=>Tidak tergantung
pada
perangkat keras atau
sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok
untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up
line, X-25 net dan lain lain.
=>Cara pengalamatan
bersifat unik
dalam skala global,
memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik
komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun
jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang
tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet)
akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.
=>TCP/IP memiliki
fasilitas
routing dan
jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork.
Arsitektur dan
Protokol Jaringan TCP/IP
Dalam arsitektur jaringan komputer,
terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer ) yang
memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (International
Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama
Open System Interconnection ( OSI ). Standard ini terdiri dari 7 lapisan
protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 5 lapisan sbb :
Arsitektur TCP/IP
=>Application Layer
=>Transport Layer
=>Internet Layer
=>Network Access
Layer
=>Physical Layer
Arsitektur OSI
=>Application Layer
=>Presentation
Layer
=>Session Layer
=>Transport Layer
=>Network Layer
=>Data Link Layer
=>Physical Layer
Poin diatas merupakan
perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Walaupun jumlahnya
berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI
telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun
rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :
=>Physical Layer
(lapisan fisik)
Merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik
seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat bervariasi
bergantung pada media komunikasi padajaringan yang
bersangkutan. TCP/IP bersifat fleksibel
sehingga dapat mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang
berbeda-beda.
=>Network Access
Layer
Mempunyai fungsi yang
mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini
mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan
secara handal. Lapisan ini biasanya
memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang
ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah
X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb.
=>Internet Layer
Mendefinisikan
bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringanyang berbeda seperti Network Layer pada OSI.
Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta
host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini
bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan
tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan
penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas
(worldwide Internet). Beberapa tugas penting
pada lapisan ini adalah :
=>Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah
yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena
pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada
pada level ini (software), makajaringan TCP/IP independen
dari jenis media dan komputer yang
digunakan.
=>Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim
agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting
dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless,
proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim
tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai
tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah
yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.
=>Transport Layer
Mendefinisikan
cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal.Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima
pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim.
Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :
=>Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket
tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan
data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
=>Error Detection, Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan
sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan
bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima,
maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang
paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan
delay yang cukup berarti.
Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission
Control Protocol (TCP) atau User Datagram Protocol ( UDP ). TCP dipakai untuk
aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP digunakan
untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut
keandalan yang tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan
bersifat connection oriented. Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless
tidak ada mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut
juga unreliable protocol.
Untuk beberapa hal
yang menyangkut efisiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih
menggunakan UDP sebagai protokol transport. Contohnya adalah aplikasi database
yang hanya bersifat query dan response, atau aplikasi lain yang sangat sensitif
terhadap delay seperti video conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir
sedikit kesalahan (gambar atau suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak
nyaman untuk dilihat jika terdapat delay yang cukup berarti.
=>Application Layer
merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan
aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena
itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya
aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail
Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk
transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP
(Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain.
Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga
keseluruhan keluarga protokol ini dinamai denganTCP/IP.
